Selasa, 02 Mei 2017

Kandungan Juz 28

*KANDUNGAN AYAT DALAM JUZ 28*

Juz 28 terdiri dari Surah Al-Mujadala 1-22, Surah Al-Hasyr 1-24, Surah Al-Mumtahanah 1-13, Surah As-Shoff 1-14, Surah Al-Jumu'ah 1-11, Surah Al-Munafiqun 1-11, Surah At-Tagobun 1-18, Surah At-Tolaq 1-12 dan Surah At-Tahrim 1-12.

Dalam Surah Al-Mujadalah dibahas tentang hukum zihar. Akibat menentang Allah dan rasul-nya. Celaan terhadap perundingan rahasia untuk memusuhi Islam. *Tata cara dalam persidangan dan pertemuan* Adab menghadap Rosulullah SAW. *Larangan berteman akrab dengan orang yang memusuhi Islam* Sikap orang yang beriman terhadap musuh Islam.

Dalam Surah Al-Hasyr dibahas tentang pengusiran Yahudi dari Madinah. *Hukum fa'i* Sikap sahabat Muhajirin dan Anshar. Sifat orang munafik. Beberapa peringatan Allah. Beberapa Al asma'ul Khusna.

Dalam Surah Al-Mumtahanah dibahas tentang larangan menjadikan musuh teman akrab. Nabi Ibrahim sebagai teladan yang baik. Hubungan dengan orang kafir yang tidak mau memusuhi kaum muslimin. *Pengakuan keimanan perlu diuji* Ujian bagi perempuan beriman.

Dalam Surah As-Shoff dijelaskan tentang *kesamaan antara ucapan dan perbuatan*. Kaum Musa dan Kaum Isa yang mengingkari kebenaran. Orang yang paling dzolim. *Perniagaan yang menguntungkan*

Dalam Surah Al-Jumu'ah dijelaskan tentang Nabi Muhammad diutus kepada umat manusia sebagai karunia Allah. Peringatan kepada umat Islam supaya tidak seperti kaum Yahudi yang tidak mengamalkan isi kitab sucinya. *Ketentuan tentang sholat Jumat*

Dalam Surah Al-Munafiqun dijelaskan tentang sifat-sifat orang munafik. Kesombongan orang munafik. Peringatan kepada orang Mukminin.

Dalam Surah At-Tagobun dijelaskan tentang Allah yang menciptakan langit dan bumi serta mengetahui isinya. Peringatan Allah kepada orang kafir. Keadaan manusia di akhirat. Kekuasaan Allah. *Mewaspadai kehidupan duniawi*

Dalam Surah At-Tolaq  dijelaskan tentang aturan tentang talak. Beberapa ketentuan tentang idah. *Masa Idah perempuan yang ditalak*. Hak perempuan yang dicerai. Ajaran Nabi SAW untuk kebaikan umat. Kekuasaan Allah SWT.

Dalam Surah At-Tahrim dijelaskan tentang *tuntunan tentang kehidupan rumah tangga*. Kewajiban memelihara diri dan keluarga. Perintah berjihad. Istri yang shalihah dan yang tidak.
*والله أعلم بالصواب*

*Tata cara dalam persidangan dan pertemuan*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
(QS. 58 : 11)
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

*Larang berteman akrab dengan orang yang memusuhi Islam*

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
(QS. 58 : 14)
Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
(QS. 58 : 15)
Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
(QS. 58 : 16)
Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka azab yang menghinakan.
لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(QS. 58 : 17)
Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

*Hukum fa'i*

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(QS. 59 : 6)
Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
(QS. 59 : 7)
Harta rampasan (fai') dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.

*Pengakuan keimanan perlu diuji*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ ۖ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ ۖ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ ۖ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ ۖ وَآتُوهُمْ مَا أَنْفَقُوا ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۚ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنْفَقُوا ۚ ذَٰلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ ۖ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
(QS. 60 : 10)
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

وَإِنْ فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ إِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَآتُوا الَّذِينَ ذَهَبَتْ أَزْوَاجُهُمْ مِثْلَ مَا أَنْفَقُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
(QS. 60 : 11)
Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman.

*Kesamaan antara ucapan dan perbuatan*

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(QS. 61 : 1)
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
(QS. 61 : 2)
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
(QS. 61 : 3)
(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
(QS. 61 : 4)
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

*Perniagaan yang menguntungkan*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
(QS. 61 : 10)
Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
(QS. 61 : 11)
(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
(QS. 61 : 12)
niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.
وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
(QS. 61 : 13)
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ
(QS. 61 : 14)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.

*Ketentuan tentang sholat Jumat*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
(QS. 62 : 9)
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
(QS. 62 : 10)
Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.
وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
(QS. 62 : 11)
Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.

*Mewaspadai kehidupan duniawi*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
(QS. 64 : 14)
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
(QS. 64 : 15)
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(QS. 64 : 16)
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
(QS. 64 : 17)
Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(QS. 64 : 18)
Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

*Masa Idah perempuan yang ditalak*

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
(QS. 65 : 4)
Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.
ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
(QS. 65 : 5)
Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.

*Tuntunan tentang kehidupan rumah tangga*

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
(QS. 66 : 1)
Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ۚ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
(QS. 66 : 2)
Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ
(QS. 66 : 3)
Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.”
إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ
(QS. 66 : 4)
Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.

عَسَىٰ رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا
(QS. 66 : 5)
Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Kandungan Juz 29

*KANDUNGAN AYAT DALAM JUZ 29*

Juz 29 terdiri dari Surah Al-Mulk 1-30,  Surah Al-Qolam 1-55, Surah Al-Haqqoh 1-52, Surah Al-Maarij 1-44, Surah Nuh 1-28, Surah Al-Muzzamil 1-20, Surah Al-Muddatsir 1-56, Surah Al-Qiyamah 1-40, Surah Al-Insan 1-30  dan Surah Al-Mursalat 1-50.

Dalam Surah Al-Mulk dijelaskan tentang kerajaan Allah meliputi dunia dan akhirat. Azab neraka bagi orang kafir. Janji Allah kepada orang beriman. Orang kafir tidak dapat menghindari dari azab Allah. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Azab Allah pasti menimpa orang kafir.

Dalam Surah Al-Qolam dijelaskan tentang Nabi Muhammad berakhlak mulia. Larangan mengikuti orang yang mendustakan kebenaran. *Allah memberikan cobaan kepada manusia*. Allah tidak menyamakan orang kafir dengan orang mukmin. Ancaman Allah kepada orang yang mendustakan Al-Quran. *Perintah bersabar ketika menerima cobaan*.

Dalam Surah Al-Haqqoh dijelaskan tentang orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa. Beberapa peristiwa ketika hari kiamat. Keadaan orang beriman waktu dihisab. Keadaan orang kafir pada hari perhitungan. Al-Quran benar-benar Wahyu dari Allah. *Peringatan Allah kepada Muhammad seandainya dia membuat-buat Al-Quran*

Dalam Surah Al-Maarij dijelaskan tentang pengingkaran akan adanya hari kiamat. *Mengatasi sifat buruk pada manusia*. Balasan terhadap orang kafir.

Dalam Surah Nuh dijelaskan tentang pengurusan dan dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya. Berbagai upaya Nabi Nuh dalam menyeru umatnya. Beberapa bukti kemahakuasaan Allah. Pembangkangan umat Nabi Nuh. Hukuman Allah terhadap umat Nabi Nuh.

Dalam Surah Al-Jinn dijelaskan tentang *Jin beriman setelah mendengar Al-Quran*. *Pengakuan jin tentang penjagaan langit*. Masjid tempat ibadah. Hanya Allah yang mengetahui hal-hal yang ghaib.

Dalam Surah Al-Muzzamil dijelaskan tentang petunjuk Allah kepada Nabi Muhammad untuk mempersiapkan diri dalam berdakwah. Beberapa petunjuk untuk Nabi Muhammad. Beberapa petunjuk untuk kaum muslimin.

Dalam Surah Al-Muddatsir dijelaskan tentang perintah kepada Nabi untuk berdakwah. Balasan bagi orang yang menentang ayat-ayat Allah. Balasan bagi orang yang menerima dan menolak dakwah. *Empat golongan penghuni neraka Saqor*.

Dalam Surah Al-Qiyamah dijelaskan tentang kedahsyatan hari kiamat. *Pengaturan surah dan ayat menurut kehendak Allah*. *Keadaan manusia saat sakaratulmaut*

Dalam Surah Al-Insan dijelaskan tentang *kehidupan manusia menuju kesempurnaan*. Balasan Allah kepada orang yang berbuat baik. Kenikmatan yang diperoleh orang mukmin dalam surga. Perintah Allah kepada Nabi Muhammad.

Dalam Surah Al-Mursalat dijelaskan tentang keadaan manusia di hari kiamat. Kejadian manusia, bumi dan gunung merupakan bukti kekuasaan Allah. Balasan di akhirat. *Kenikmatan bagi orang bertakwa*
*والله أعلم بالصواب*

*Allah memberikan cobaan kepada manusia*

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ
(QS. 68 : 17)
Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,
وَلَا يَسْتَثْنُونَ
(QS. 68 : 18)
tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, “Insya Allah”).
فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ
(QS. 68 : 19)
Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ
(QS. 68 : 20)
Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,
أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ
(QS. 68 : 22)
”Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”
فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ
(QS. 68 : 23)
Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.

أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ
(QS. 68 : 24)
”Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.”

وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ
(QS. 68 : 25)
Dan berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ
(QS. 68 : 26)
Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ
(QS. 68 : 27)
bahkan kita tidak memperoleh apa pun,”
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ
(QS. 68 : 28)
berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu).”
قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
(QS. 68 : 29)
Mereka mengucapkan, “Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ
(QS. 68 : 30)
Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ
(QS. 68 : 31)
Mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.
عَسَىٰ رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا رَاغِبُونَ
(QS. 68 : 32)
Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.”

كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
(QS. 68 : 33)
Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar se-kiranya mereka mengetahui.

*Perintah bersabar ketika menerima cobaan*

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ
(QS. 68 : 48)
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.

لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ
(QS. 68 : 49)
Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ
(QS. 68 : 50)
Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.
وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
(QS. 68 : 51)
Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.”
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ
(QS. 68 : 52)
Padahal (Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.

*Peringatan Allah kepada Muhammad seandainya dia membuat-buat Al-Quran*

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
(QS. 69 : 44)
Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
(QS. 69 : 45)
pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
(QS. 69 : 46)
Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.
فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
(QS. 69 : 47)
Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ
(QS. 69 : 48)
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ
(QS. 69 : 49)
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan.
وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ
(QS. 69 : 50)
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
(QS. 69 : 51)
Dan Sungguh, (Al-Qur'an) itu kebenaran yang meyakinkan.
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
(QS. 69 : 52)
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

*Mengatasi sifat buruk pada manusia*

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
(QS. 70 : 19)
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
(QS. 70 : 20)
Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
(QS. 70 : 21)
dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,
إِلَّا الْمُصَلِّينَ
(QS. 70 : 22)
kecuali orang-orang yang melaksanakan salat,
الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ
(QS. 70 : 23)
mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya,
وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ
(QS. 70 : 24)
dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,
لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
(QS. 70 : 25)
bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta
*Jin beriman setelah mendengar Al-Quran*

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
(QS. 72 : 1)
Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an),
يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
(QS. 72 : 2)
(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,
وَأَنَّهُ تَعَالَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا
(QS. 72 : 3)
dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak.”

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا
(QS. 72 : 4)
Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,
وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
(QS. 72 : 5)
dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah,

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
(QS. 72 : 6)
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا
(QS. 72 : 7)
Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).
*Pengakuan Jin tentang penjagaan langit*

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا
(QS. 72 : 8)
Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا
(QS. 72 : 9)
dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
(QS. 72 : 10)
Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
(QS. 72 : 11)
Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعْجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ وَلَنْ نُعْجِزَهُ هَرَبًا
(QS. 72 : 12)
Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.
وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَىٰ آمَنَّا بِهِ ۖ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا
(QS. 72 : 13)
Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
(QS. 72 : 14)
Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.
وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا
(QS. 72 : 15)
Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam.”
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا
(QS. 72 : 16)
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.
لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا
(QS. 72 : 17)
Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.
*Empat golongan penghuni neraka Saqor*

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
(QS. 74 : 38)
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ
(QS. 74 : 39)
kecuali golongan kanan,
عَنِ الْمُجْرِمِينَ
(QS. 74 : 40)
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,
عَنِ الْمُجْرِمِينَ
(QS. 74 : 41)
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
(QS. 74 : 42)
”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
(QS. 74 : 43)
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan salat,
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ
(QS. 74 : 44)
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ
(QS. 74 : 45)
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ
(QS. 74 : 46)
dan kami mendustakan hari pembalasan,
حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ
(QS. 74 : 47)
sampai datang kepada kami kematian.”
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ
(QS. 77 : 48)
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
(QS. 77 : 49)
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
(QS. 77 : 50)
Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur'an) ini mereka akan beriman?

Kandungan Juz 30

*KANDUNGAN AYAT DALAM JUZ 30*

Juz 30 terdiri dari surah : An-Naba' 1-40, An-Nazi'at 1-46, 'Abasa 1-42, At-Takwir 1-29, Al- Infithor 1-19, Al-Mutoffifin 1-36, Al-Insyiqoq 1-25, Al-Buruj 1-22, At-Thoriq 1-17, Al-A'la 1-19, Al-Ghosiyah 1-26, Al- Fajr 1-30, Al-Balad 1-20, Asy-Syams 1-15, Al-Lail, 1-21, Ad-Duha 1-11, Asy-Syarh 1-8, At-Tin 1-8, Al-'Alaq 1-19, Al-Qodr 1-5, Al-Bayyinah 1-8, Al-Zalzalah 1-8, Al-'Adiyat 1-11, Al-Qori'ah 1-11, At-Takatsur 1-8, Al-'Asr 1-3, Al-Humazah 1-9, Al-Fil 1-5, Quraisy 1-4, Al-Ma'un 1-7, Al-Kautsar 1-3, Al-Kafirun 1-6, An-Nasr 1-3, Al-Lahab 1-5, Al-Ikhlas 1-4, Al-Falaq 1-5 dan An-Nas 1-6.

Dalam Surah AN-NABA' dijelaskan tentang: Alam ini menjadi bukti adanya hari kebangkitan (ayat 1-16). Kedahsyatan hari kebangkitan (ayat 17-30). Balasan terhadap orang yang bertakwa (31-37). Perintah memilih jalan yang benar (38-40).

Dalam Surah An-Nazi'at dijelaskan tentang : Penegasan hari kebangkitan kepada orang musyrik (1-14). Kisah Musa dan Firaun sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad (15-26). Membangkitkan manusia kembali, mudah bagi Allah (27-33). Pada hari kiamat manusia ingat perbuatannya di dunia (34-41). *Hanya Allah yang mengetahui hari kebangkitan 42-45)*.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا
(QS. 79 : 42)
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”
فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا
(QS. 79 : 43)
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?
إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا
(QS. 79 : 44)
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).
إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا
(QS. 79 : 45)
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat).

Dalam Surah ,
'Abasa dijelaskan tentang : Teguran kepada Rasulullah SAW (1-10). Al-Quran pemberi peringatan dari Allah (11-23). Kenikmatan makanan dan buah-buahan mengingatkan manusia kepada penciptanya (24-32). Peristiwa hari kiamat yang sangat dahsyat (33-42).

Dalam Surah At-Takwir dijelaskan tentang peristiwa besar pada hari kiamat (1-14). Muhammad adalah seorang rasul yang diturunkan kepadanya Al-Quran (15-29).

Dalam Surah Al-Infithor dijelaskan tentang : Manusia akan mengetahui catatan amalnya di hari kiamat (1-5). Peringatan kepada manusia yang lalai beribadah (6-8). Semua perbuatan manusia dicatat oleh malaikat (9-19).

Dalam Surah Al-Mutoffifin dijelaskan tentang: Ancaman terhadap orang yang mengurangi takaran dan timbangan (1-6).

Hukuman bagi orang yang mengingkari hari kiamat (7-13). Kekafiran dan akibatnya (14-17). Balasan bagi orang yang berbakti kepada Allah (18-28). Ejekan terhadap orang mukmin di dunia dan balasannya di akhirat (29-36).

Dalam Surah Al-Insyiqoq dijelaskan tentang : Penyerahan catatan di akhirat (1-15). Tahapan kehidupan manusia (16-25).

Dalam Surah Al-Buruj dijelaskan tentang : Orang yang menentang Nabi Muhammad akan mengalami kehancuran (1-9). Balasan memfitnah orang beriman (10-11). Beberapa sifat Allah (12-16). Orang kafir mengingkari Wahyu Allah (17-22).

Dalam Surah At-Thoriq dijelaskan tentang : *Setiap manusia ada penjaganya* ( 1-4).
وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ
(QS. 86 : 1)
Demi langit dan yang datang pada malam hari.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ
(QS. 86 : 2)
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

النَّجْمُ الثَّاقِبُ
(QS. 86 : 3)
(yaitu) bintang yang bersinar tajam,

إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ
(QS. 86 : 4)
setiap orang pasti ada penjaganya.

Allah kuasa menciptakan dan membangkitkan manusia (5-10). Al-Quran pemisah antara yang baik dengan yang batil (11-17).

Dalam Surah Al-A'la dijelaskan tentang : Menggunakan dan mensucikan pangkal keberuntungan (1-5). Al-Quran petunjuk ke jalan yang mudah (6-8). Peringatan Allah bermanfaat bagi orang yang bertakwa (9-13). Beruntunglah orang yang mensucikan dirinya (14-19).

Dalam Surah Al-Ghosiyah dijelaskan tentang : Keadaan penghuni neraka (1-7). Keadaan penghuni surga (8-16). Anjuran memperhatikan alam semesta (17-20). Tugas Rosul hanya menginginkan bukan memaksa (21-26).

Dalam Surah Al-Fajr dijelaskan tentang : Makna sumpah Allah dengan hari-hari penting (1-5). Kehancuran umat-umat terdahulu karena kedurhanaan mereka (6-14). *Memperoleh nikmat bukanlah tanda Allah sayang dan sebaliknya* (15-20). Penyesalan orang kafir pada hari kiamat (21-26). *Tempat kembali jiwa yang tenang* (27-30).

Dalam Surah Al-Balad dijelaskan tentang : *Hidup yang penuh perjuangan* (1-4). Manusia banyak yang lupa daratan (5-10). Balasan bagi mereka yang berhasil melaksanakan pekerjaan besar (1-18). Orang kafir sebagai golongan kiri (19-20).

Dalam Surah Asy-Syams dijelaskan tentang : *Manusia diberi Allah potensi jahat dan baik* (1-10). Contoh manusia celaka adalah Kaum Tsamud (11-15).

Dalam Surah Al-Lail dijelaskan tentang : *Tingkah laku manusia bermacam-macam* (1-4). Dua tingkah laku manusia yang berkenaan dengan kekayaan (5-11). Kesudahan dua golongan manusia (12-21).

Dalam Surah Ad-Duha dijelaskan tentang : Beberapa nikmat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad (1-5). Mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad (6-11).

Dalam Surah Asy-Syarh dijelaskan tentang : Anugerah Allah kepada Nabi Muhammad (1-4). *Di dalam kesulitan ada kemudahan* (5-8).

Dalam Surah At-Tin dijelaskan tentang : Manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna (1-4). Kejatuhan manusia ke tingkat terendah (5-6). Bukti bahwa Allah Maha bijaksana (7-8).

Dalam Surah Al-'Alaq dijelaskan tentang : Manusia perlu mampu baca-tulis ( 1-5). Manusia melampaui batas (6-8). Contoh manusia yang kafir dan jahat (9-14). Ancaman Allah terhadap orang yang melarang beribadah (15-18). Perintah untuk terus bersujud (19).

Dalam Surah Al-Qodr dijelaskan tentang : Kemuliaan *_Lailatul qodr_* (1-5).

Dalam Surah Al-Bayyinah dijelaskan tentang : Ahli kitab berselisih tentang kebenaran risalah Muhammad SAW (1-8).

Dalam Surah Al-Zalzalah dijelaskan tentang : Semua perbuatan manusia mendapat balasan pada hari kiamat (1-8).

Dalam Surah Al-'Adiyat dijelaskan tentang : Manusia menjadi kikir karena tamak (1-11).

Dalam Surah Al-Qori'ah dijelaskan tentang : Orang yang berat dan ringan timbangan amalnya di hari kiamat (1-11).

Dalam Surah At-Takatsur dijelaskan tentang : Ancaman Allah terhadap orang yang lalai karena bermegah-megahan (1-8).

Dalam Surah Al-'Asr dijelaskan tentang : Kerugian bagi yang tidak memanfaatkan waktu (1-3).

Dalam Surah Al-Humazah dijelaskan tentang Azab bagi penimbun harta (1-9)

Dalam Surah Al-Fil dijelaskan tentang Azab Allah kepada tentara bergajah yang akan menghancurkan Ka'bah ( 1-5).

Dalam Surah Quraisy dijelaskan tentang Kemakmuran dan ketenteraman hendaknya menjadikan orang berbakti kepada Allah SWT ( 1-4).

Dalam Surah Al-Ma'un dijelaskan tentang Beberapa sifat yang dipandang sebagai mendustakan agama (1-6).

Dalam Surah Al-Kautsar dijelaskan tentang Sholat dan berkurban tanda syukur pada nikmat Allah ( 1-3).

Dalam Surah Al-Kafirun dijelaskan tentang *Tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan* ( 1-6).

Dalam Surah An-Nasr dijelaskan tentang Memuji Allah ketika mendapat kemenangan (1-3).

Dalam Surah Al-Lahab dijelaskan tentang *Tukang fitnah pasti akan celaka* (1-5).

Dalam Surah Al-Ikhlas dijelaskan tentang *Keesaan Allah* (1-4).

Dalam Surah Al-Falaq dijelaskan tentang Allah pelindung manusia dari kejahatan bisikin setan dan manusia (1-5).

Dalam Surah An-Nas dijelaskan tentang Allah pelindung manusia dari kejahatan bisikin setan dan manusia (1-5).

*والله أعلم بالصواب*

*Catatan*:
Untuk memudahkan  pencarian kandungan ayat dalam sebuah kelompok ( cluster), ditulis nomor-nomor ayatnya.

Kandungan Juz 17

*KANDUNGAN AYAT DALAM 17*

Juz 17 terdiri dari Surah Al-Anbiya ayat 1-112 dan Surah Al- Hajj 1-78.

Dalam Surah Al-Anbiya dijelaskan tentang : Kelalaian manusia akan hari kiamat dan sikap kaum musyrikin terhadap Nabi Muhammad serta Al-Qur'an (1-6). Jawaban atas tuduhan kaum musyrikin(7-10). Cara Allah membinasakan orang kafir (11-15). *Tujuan penciptaan alam* (16-20). Bukti-bukti kesesatan kaum musyrikin (21-29). *Fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah*(30-33). Hidup manusia di dunia tidak kekal (34-36). *Watak dan perilaku manusia*(37-41). Ketentuan Allah tidak dapat ditolak (42-46). Keadilan Tuhan (47. Kisah Nabi Musa dan Harun (48-50). Kisah Nabi Ibrahim AS (51-56). Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala (57-70). Berbagai kenikmatan yang diperbolehkan Nabi Ibrahim (71-73). Sekelumit kisah Nabi Luth dan Nabi Nuh (74-77). Kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman (78-82). Kisah Nabi Ayyub (83-84). Nabi Ismail, Idris, dan Zulkifli (85-86). Kisah Nabi Yunus AS (87-88). Kisah Nabi Zakaria, Yahya dan Maryam (89-91). *Kesatuan umat*(92-97). Keadaan orang musyrik dan orang mukmin di akhirat (98-104). *Orang yang berhak mewarisi bumi Allah*(105-107). Keesaan Allah (108-112).

Dalam Surah Al- Hajj dijelaskan tentang : Kedahsyat hari kiamat (1-2). Hukuman bagi orang yang membantah Allah (3-4). Di antara bukti-bukti adanya hari kebangkitan (5-7). Hukuman terhadap orang yang mengingkari Allah (8-10). Akibat orang yang ragu-ragu (11-14). *Pertolongan Allah pasti datang*(15-16). Allah akan memberikan keputusan yang adil di hari kiamat (17-18). Balasan yang diterima orang-orang kafir dan pahala yang diterima orang-orang yang beriman (19-24). *Kemuliaan Masjidil Haram*(25-26). *Kewajiban berhaji dan manfaatnya* (27-29). Perintah menggunakan syi’ar Allah (30-32). Pensyariatan qurban (33-35). *Qurban dan tujuannya*(36-37). Izin berperang bagi orang mukmin (38-41). Ayat-ayat Allah sebagai pelipur hati Nabi Muhammad SAW (42-48). Tugas rasul adalah memberi peringatan (49-51). Berbagai cara mendustakan rasul (52-57). Balasan bagi orang yang meninggal ketika hijrah di jalan Allah (58-62). Bukti-bukti kekuasaan Allah (63-66). *Tiap-tiap umat mempunyai syariat*(67-69). Kelemahan pendirian orang kafir dalam menyembah selain Allah (70-72). Ketidakberdayaan berhala yang disembah orang musyrik (73-76). *Islam bukanlah agama yang sempit*(77-78).

  *والله أعلم بالصواب*

*Tujuan penciptaan alam*

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
(QS. 21 : 16)
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.

لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لَاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ
(QS. 21 : 17)
Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian.
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۚ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
(QS. 21 : 18)
Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
(QS. 21 : 19)
Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
(QS. 21 : 20)
Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.

*Fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah*

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
(QS. 21 : 30)
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
(QS. 21 : 31)
Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ
(QS. 21 : 32)
Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
(QS. 21 : 33)
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

*Watak dan perilaku manusia*

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
(QS. 21 : 37)
Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
(QS. 21 : 38)
Dan mereka berkata, “Kapankah janji itu (akan datang), jika kamu orang yang benar?”

لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
(QS. 21 : 39)
Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).

بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ
(QS. 21 : 40)
Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu).

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
(QS. 21 : 41)
Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan.

*Kesatuan umat*

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
(QS. 21 : 92)
Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

وَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَاجِعُونَ
(QS. 21 : 93)
Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ
(QS. 21 : 94)
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.

وَحَرَامٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
(QS. 21 : 95)
Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ
(QS. 21 : 96)
Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ
(QS. 21 : 97)
Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), ”Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim.”

*Orang yang berhak mewarisi bumi Allah*

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
(QS. 21 : 105)
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur ) setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuz), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.

إِنَّ فِي هَٰذَا لَبَلَاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ
(QS. 21 : 106)
Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah).

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
(QS. 21 : 107)
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

*Pertolongan Allah pasti datang*

مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ
(QS. 22 : 15)
Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَاهُ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يُرِيدُ
(QS. 22 : 16)
Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) yang merupakan ayat-ayat yang nyata; sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

*Kemuliaan Masjidilharam*

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
(QS. 22 : 25)
Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar dan si-apa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
(QS. 22 : 26)
Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud.

*Kewajiban berhaji dan manfaatnya*

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
(QS. 22 : 27)
Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
(QS. 22 : 28)
Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
(QS. 22 : 29)
Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).

*Qurban dan tujuannya*

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(QS. 22 : 36)
Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) da-lam keadaan berdiri dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah seba-giannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
(QS. 22 : 37)
Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

*Tiap-tiap umat mempunyai syariat*

لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ ۚ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُسْتَقِيمٍ
(QS. 22 : 67)
Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau da-lam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.

وَإِنْ جَادَلُوكَ فَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ
(QS. 22 : 68)
Dan jika mereka membantah engkau, maka katakanlah, “Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan.”

اللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
(QS. 22 : 69)
Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu kamu memperselisihkannya.

*Islam bukan agama yang sempit*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩
(QS. 22 : 77)
Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ
(QS. 22 : 78)
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek mo-yangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, agar Rasul (Mu-hammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pe-lindung dan sebaik-baik penolong.
*صدق الله العظيم*